So I call it today!

Okey, I write again, it’s not about pouring my heart again in a ridiculous melancholic mood. It’s a daily report of LIFE so far.

Let’s talk about today:
1. Some phone calls: from old friends: class mates, a young entrepreneur, from my father: asking when I will be graduated from this complicated and devilish system of education in the biggest state religious university in this country.

2. Hey there’s an offer to visit East Java again but I haven’t match it yet with my priorities in this week, and I don’t yet what’s my role and responsibility in that trip.

3.A free internet connection and a promise to finish something but yet it hasn’t fulfilled yet.

4. Let me say: I’m a male 26 yo, hasn’t graduated his bachelor yet, stumbled upon in several extra campus activities and still struggling to find a way to graduate smoothly from the uni.

5. About woman? I love woman and I adore woman and I respect her, in the way she is.

6. Do I flirt woman? Yes! but I flirt them in the way I respect them, I flirt them cleanly and in a real man way.

7. Again another offer: having a late lunch on KFC petronas, looking for ATTACK package with an affordable price.

8. Do I still blog? yes! I blog with all my heart here; I mean it’s curhat but not in the way it was.

9. Do you miss me when I don’t blog? let me know!!!

TELL ME!

TELL ME

Dec,04th 2009.

Sent by 0817*******
Lusi, I sent flower anonymously to someone today. ? is it wise?

Replied by 0812******
Wazin, just do everything that make you happy.
*I did, I sent the flowers already, first time I did this, I felt happy*

TELL ME if sending flowers anonymously is A CRIME!
TELL ME if sending flower anonymously makes someone who receives it cry!
TELL ME if sending flower anonymously hurting someone’s heart!
TELL ME if sending flower anonymously an unforgiven mistake ever made by a boy who desperately search for such thing!
TELL ME if sending flower anonymously will make someone sad
TELL ME if someone who receives the flowers didn’t smile when she received it.
TELL ME if the boy deserves THE GREAT PUNISHMENT by doing that!
TELL ME if the boy until now doesn’t want to curse even a word for the lady!
TELL ME why the boy did such a silly and foolish thing!
TELL ME why the person who’s eligible to send flower can not do even such a simple thing
TELL ME why the lady wrote: “waiting in vain”
Again! Again! And again TELL ME WHY the boy did such a silly simple thing?!!!
Again! Again! And again TELL ME WHY!!!

if !

But it’s okay, I’ll never make pleas nor complain, it’s just such a thing that meant to happen. Again and again it’s not a plea it’s not complain! The lady knows better what should she do, she knows herself better than anyone else in this world, yes she does, she does and she does.

Ya aku tak ingin protes atas apa yang pernah aku lakukan, tak akan pernah, dan tak akan pernah, aku tahu aku melakukan itu karena aku ‘ingin’ dan kamu adalah ‘teman’ dan aku tak pernah dan tak akan pernah menyesal untuk semua itu, aku tak akan pernah meminta, bahkan untuk kata ‘terima kasih’ pun aku tak akan pernah meminta, hanya ‘ingin’ mu yang punya hak untuk melakukannya. Sebagaimana kamu berkata ingin memelukku di saat itu, aku mendengar kata ‘ingin’ itulah yang menanamkan sesuatu itu, ya aku tahu! Aku yang terlalu membesar-besarkan kata itu, kata yang kamu anggap hanyalah ‘kecil’ dan ‘remeh temeh’. Lalu kamu minta untuk berbaring di sampingku, rasa itu tak pernah ada sebelumnya, cuma mungkin aku yang terlalu membesar-besarkan rasa itu blllllattttchuuih! Lalu aku mendefinisikan rasa itu sebagai: Cinta? cuuiiiiiiihhhhh! Ya ya ya aku dengan begitu polosnya mengartikan semua itu! ciiiiiiiiiiiih! Lalu kamu memposting foto-foto itu kan? Mencoba mengingat masa-masa itu, lalu melupakannya, dan memulai babak baru dalam kehidupan kamu, ya abai-abaikan dan abaikan, abaikan, demi Tuhan abaikan masa-masa itu, babak baru dalam kehidupan kamu itulah yang terpenting! Aku hanyalah noktah kecil yang mengotori jalan hidup kamu, proses kontemplasi hidup kamu; kamu tenang-tenang saja ya: TAK USAH KAMU BUANG-BUANG WAKTU BACA BLOG INI [entah aku tak tahu apakah aku akan mengeblog tulisan ini]

Oiya kamu pernah bertanya “how come?”, aku juga tak tahu “how come?” aku hanya berusaha menebak dan menerka siapa membuat detak jantungku lebih kencang, dan siapa yang membuat darahku mengalir lebih cepat dari biasanya ketika ada kamu, aku juga masih bertanya siapa yang membuat aku [dulu] begitu tenteram ketika berada di dalam ruang kuning itu.

*perempuan yang [pernah] lelah menati usah kau risau dengan kata-kata ini, kata-kata ini hanya sekedar ingin keluar.

It’s not a pleas nor complains, just pieces of scattered mind.
May all beings in happiness.
Amin.

Mia Hermana Carissima

Mia Hermana Carissima ./s ,

Forgive me for having such uncontrollable feeling like that. I don’t know what should I do, it lead me to such a great conflicting emotions in my soul, it urges me to use masks and commit lies, because I can’t express it to you, since in my conscious level I know and recognize you as my sister and good friend, somehow it’s not polite if I have that romantic feeling towards you, I can’t help myself. However you’re right, I’m a sinner for having such feeling.  I’m a new comer for this kind of feeling, I don’t know how to avoid properly. Now let me burn my self in the greatest fire destroyer sin so I can loose my sin as well as my self. Amin

Menemukan [Mencari] Matahari lagi

Kamu matahari yang sederhana yang meleburku, yang pernah memberi mimpi dan harapan. Kini aku lebur dalam senja yang membuat remuk dan redam.

It’s [not] my plea

Will he forgive himself for having such a feeling? will he forgive himself for his own mistakes and lies that he already committed? will he listen again to his inner voice that he’s been ignoring?

Will he?

Mencari iman dan kesatuan diri

Just wake up this morning, I feel something lost in this morning, the chats, the comments, the smiles, the passions, expectations. Lord help me to remove this fear, help me to raise again with all my integrity and FAITH. Amen.

Tak Perlu

Tak perlu ada update kommen status di fesbuk, tak perlu ada seliweran online offline di YM: tenang, tak perlu ada kommen, tak perlu ada: yang ada sepi. Sepi yang tak perlu dibenci, sepi yang perlu diresapi, memahami kembali makna eksistensi diri, cinta, hubungan, pertemanan, persaudaraan, takdir, kehidupan, kematian dan eksistensi: selamat datang 2009!

Untuk perempuan yang lelah menanti, apakah penantianmu telah usai? dengan pengakuanku yang bergetar di pagi buta itu, di pagi satu januari dua ribu sembilan; aku tak tahu, aku bukan siapa-siapa, aku hanyalah seorang pendosa yang dibebani, diberkahi atau dikutuk untuk membawa misteri itu, misteri yang tak pernah aku mengerti, misteri-misteri klise yang dialami oleh setiap ruh yang pernah hadir di muka bumi ini.

Baiklah perempuan yang lelah menanti, terlalu banyak kata yang ingin kutulis dan kuucapkan, sekali lagi kata-kata yang kutulis di sini tak akan pernah cukup menggambarkan beban, berkah atau kutukan yang pernah aku bawa itu, misteri yang membawaku untuk memakai topeng desepsi.

Perempuan yang lelah menanti…

Aku pun lelah mencari, lelah mencari ujung dari mimpi-mimpi oedipusku, di saat misteri itu datang aku benar-benar tak kuasa menyambut kedatangannya, berkali-kali aku berkata pada diriku,”ayolah jangan kau mbak, sekali lagi jangan kau mbak, jangan kau mbak.” tapi what you resist, it persists…

Perempuan yang lelah menanti…

Now my spirit almost lost as you unveiled my deception points, and what I want to say is : A VERY BIG THANK YOU FOR BEING MY FRIEND, MY SISTER, MY COMFORT ZONE, now just let me chew all the sins, and let me become a true sinner for all the deceptive actions that I committed, again and again YOU’RE SO KIND, it’s me who stupidly didn’t know and blind to response all your kindness…I was blind and I just didn’t know what to do when such a feeling started to grow inside me…again all the mistakes belongs to me and me who feel such that kind of feeling [without your permittion?]…

Perempuan yang lelah menanti…

Now let me burn this sin…in whatever way I can do, dan Dear perempuan yang lelah menanti; aku harap kamu  baik baik saja…right from the start you captured my heart…dan itu kamu…and I don’t know what to do then, it’s not my plea for all my mistakes that I do. Now the end is coming, I hope and pray the dawn will come soon…

./s

coba readmore

Saya cuma nyoba, bisa ndak ya read more di sini

ada lagi ini

Eh ada blog-nya Wazeen lagi

he he he saya bikin blog lagi.

Hello world!

Welcome to dagdigdug.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!